Research Groups dan Road Map Penelitian

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Siliwangi memiliki roadmap dan kelompok riset (research group) penelitian yang sangat jelas dan sepenuhnya selaras dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. Keberadaan empat kelompok riset utama, yaitu Teacher Professional Development, Technology-Enhanced Language Learning, Applied Linguistics, dan Teaching Pedagogy and Assessment, dirancang secara strategis untuk mendukung pencapaian visi program studi dalam menghasilkan lulusan yang kreatif, kritis, inovatif, berdaya saing global, serta memiliki jiwa kebangsaan dan kewirausahaan. Setiap kelompok riset ditentukan berdasarkan kesesuaian dengan visi dan misi prodi, keahlian dan minat dosen, kebutuhan kurikulum dan mahasiswa, perkembangan global dalam pengajaran bahasa Inggris, serta pemetaan tema riset yang telah dilakukan sebelumnya.

Sebagai contoh, kelompok Teacher Professional Development berfokus pada praktik reflektif, exploratory practice, dan penelitian tindakan sebagai bagian dari pengembangan guru profesional. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif, serta mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Kelompok ini juga berakar pada prinsip social constructivism, di mana pengetahuan dibangun secara kolektif melalui pengalaman dan refleksi. Selain itu, kelompok Technology-Enhanced Language Learning mendukung penguatan literasi digital dan keterampilan abad ke-21 dengan meneliti pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan media sosial dalam pembelajaran bahasa. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran berbasis platform digital seperti Instagram atau TikTok untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan kosa kata secara interaktif.

Penentuan kelompok riset dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis analisis strategis. Pertama, kelompok riset ditetapkan agar sejalan dengan visi dan misi program studi, yang menekankan pada kompetensi pedagogik, profesionalisme, serta nilai-nilai kebangsaan dan kewirausahaan. Kedua, pemetaan keahlian dan pengalaman riset dosen menjadi dasar dalam pembentukan kelompok, sehingga dosen dapat berkontribusi sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Ketiga, kelompok riset dirancang untuk menjawab kebutuhan kurikulum dan memfasilitasi pencapaian capaian pembelajaran lulusan, seperti melalui dukungan terhadap penelitian tugas akhir yang relevan dengan pembelajaran inovatif. Keempat, tema riset juga mempertimbangkan tren dan tantangan global dalam bidang pengajaran bahasa Inggris, seperti isu literasi digital, pemanfaatan teknologi imersif, serta penguatan komunikasi antarbudaya. Kelima, prodi melakukan analisis terhadap publikasi dan kegiatan riset terdahulu untuk mengelompokkan dan mengarahkan pengembangan tema riset yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan.

Roadmap penelitian disusun melalui proses kolaboratif dan berbasis kebutuhan institusi serta perkembangan ilmu. Proses ini diawali dengan merujuk pada visi dan misi program studi, khususnya dalam hal pengembangan guru bahasa Inggris yang reflektif, adaptif, dan profesional. Pemetaan kepakaran dosen serta rekam jejak penelitian dan publikasi juga menjadi fondasi dalam menentukan fokus penelitian, seperti reflective practice, mobile-assisted learning, atau kajian linguistik terapan kontekstual. Selain itu, roadmap disusun dengan mempertimbangkan dinamika dan tantangan global di bidang pengajaran bahasa Inggris, termasuk penguatan multiliterasi, teknologi pendidikan, serta pendidikan karakter dan kewirausahaan. Proses penyusunan roadmap turut melibatkan masukan dari pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan mitra lembaga pendidikan. Yang tidak kalah penting, roadmap disinkronkan dengan Rencana Strategis fakultas dan universitas serta mengacu pada arah kebijakan nasional seperti Rencana Induk Riset Nasional dan prioritas riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pendekatan ini memastikan bahwa arah riset yang diambil tidak hanya mendukung penguatan institusi, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap perubahan kebijakan serta kebutuhan masyarakat.

 

 

X